Suka Menyalahkan Orang Lain? Pahami Resiko Buruk Ini!

posted in: Leadership, Motivasi | 0

Seminar Motivasi di Jakarta | Sabtu, 2 Desember 2017 lalu, Generasi Berdaya berkesempatan untuk bersilaturahmi dengan Limitless Campus untuk belajar dari salah satu mentornya, Roni Pramaditia. Bertempat di Burgreens Darmawangsa, Jakarta, saat itu Roni membahas tentang bagaimana menemukan IKIGAI dalam hidup. Seru banget!

Tapi di artikel ini, saya nggak akan membahas tentang IKIGAI. Saya akan membahas 1 dari 10 Life Lessons untuk meraih hidup yang bahagia, yang saat itu juga dibahas oleh Roni . Satu life lesson yang paling menarik itu adalah STOP BLAMING: Berhentilah menyalahkan orang lain.

 

Try to answer my questions…

 

Saat sedang berjalan, tiba-tiba kamu terpeleset karena nggak sengaja menginjak kulit pisang. Apa responmu?

Apa kamu menggerutu lalu bilang, “Ini siapa sih buang kulit pisang sembarangan?!”

Saat kamu terlambat masuk kuliah atau kerja, kemudian kamu ditanya oleh dosen atau bosmu kenapa kamu terlambat, jawaban apa yang biasanya kamu punya?

Apa kamu bilang “Duh, maaf pak/bu, kereta saya tadi terlambat.” atau “Tadi pagi saya harus mengantar adik saya sekolah. Jalanan macet banget.”?

Gimana saat kamu nggak menyelesaikan tugas yang seharusnya kamu selesaikan?

Apa kamu berusaha mencari kambing hitam, mengumpulkan pembenaran, dan mencari-cari alasan sambil bilang, “Ah. Kemarin aku sibuk banget. Nggak punya waktu. HP ku juga lagi error, nggak bisa buat browsing data. Ditambah lagi, nggak ada yang ngajarin aku.”?

 

Respon-respon di atas adalah contoh dari respon yang bersifat BLAMING atau menyalahkan.

Kita memilih untuk menyalahkan orang yang membuang kulit pisang sembarangan, dari pada memilih untuk lebih berhati-hati saat berjalan. Kita memilih untuk menyalahkan keterlambatan kereta, dari pada mencari moda alternatif transportasi yang lain untuk sampai tepat waktu. Kita memilih untuk menyalahkan waktu, HP, atau menyalahkan orang lain yang bisa jadi mentor kita, dari pada untuk menjaga komitmen diri dalam menyelesaikan tugas.

 

We play a BLAME GAME!

 

Sayang banget kalau kita terjebak dalam permainan ini. Adam Khoo, penulis buku Master Your Mind and Design Your Destiny, menyebutkan bahwa salah satu cara terbaik untuk mengeluarkan segala potensi dan kekuatan diri adalah dengan meningkatkan rasa TANGGUNG JAWAB.

Dengan menyalahkan situasi yang kita alami atau menyalahkan orang lain yang ada di sekitar kita, maka jelas bahwa kita mencoba melepas tanggung jawab yang ada di dalam diri kita. Kita mencoba menggunakan mereka sebagai tameng alias pelindung untuk bersembunyi dari segala bentuk kelalaian yang kita lakukan.

Kalau kita terus melakukan hal ini, hasilnya tentu bisa ditebak:

Diri kita nggak akan bisa berkembang secara optimal dan tumbuh menjadi seorang pemimpin yang bertanggung jawab dan berjiiwa besar.

Sebuah resiko besar yang sungguh menghambat!

Menjauhkan diri dari permainan saling menyalahkan juga membuat kita semakin sadar bahwa kita memiliki kekuatan untuk mengubah hal-hal yang terjadi pada diri kita.

Sebaliknya, saat menyalahkan situasi atau orang lain, artinya kita percaya bahwa kita adalah orang yang lemah dan tidak berdaya sehingga kita nggak punya kekuatan apa-apa untuk mengubah hal-hal yang terjadi pada diri kita, termasuk nasib kita.

Yuk renungkan lagi… Apa selama ini kita lebih sering bertanggung jawab terhadap apa yang kita alami? Atau malah lebih sering terjebak dalam permainan saling menyalahkan? 🙂

 

SHARE artikel ini kalau bermanfaat ya. Follow juga Instagram kita di @generasiberdaya. Sampai jumpa di artikel berikutnya!

 

Written by,
Adi Triasmara

Leave a Reply